Mudik Desember 2019
Separuh Hati Kami Masih Tertinggal di Sana Zya Verani Mudik kali ini tak seantusias tahun lalu, meski emak dan keponakan paling pecicilan --si Nabil--ikut tetap saja kami kurang bersemangat. Biasanya packing dilakukan sejak H-7 si kembar sudah rempong memilah baju dan buku bacaan apa saja yang akan mereka bawa. Boneka yang mana yang akan menemani tidur sepanjang perjalanan. Kali ini tidak, semua begitu santai bahkan seperti bermalas-malasan. Kenapa? Ya, karena tahun lalu kami masih lengkap berenam, ada si kecil yang turut serta. Itu adalah mudik pertamanya. Betapa kami sangat bahagia, mudik kemarin adalah mudik paling mengasyikan karena ada si kecil kesayangan yang melengkapi kami. Tawa riang, gelak canda dan senyuman selalu terpancar di wajah anak-anak. Rasa capek dan pegal-pegal sirna begitu saja setelah melihat senyumannya. Ia begitu lucu dan menggemaskan, kegendutannya menjadi daya tarik sendiri bagi orang-orang yang melihatnya. ...