Postingan

Menampilkan postingan dengan label review

Ketika Cinta harus Dikejar

Gambar
  Ketika Cinta harus Dikejar  Judul buku: Altitude 3159: Miquelii Penulis: Azzura Dayana Penerbit: Indiva Media Kreasi Terbit: September 2019 Tebal: 287 halaman  Nama Azzura Dayana dikenal melalui novel-novelnya yang bertema pendakian. Seperti dua novelnya terdahulu: Rengganis Altitude 3088, Altitude 3676 Takhta Mahameru, novel Altitude 3159 Miquelli ini pun ber-setting pegunungan dan beraroma petualangan. Tapi kali ini perbedaannya terlihat lebih jelas, novel ini bisa dibilang novel cinta Azzura Dayana. Yapp, akhirnya novel romantis berhasil ditulisnya, meski ga romantis romantis amat. Hihi ... 

Roti Mumbul Sempurna Dengan Cakra Kembar

Gambar
Social Distancing selama 14 hari yang ditetapkan pemerintah untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid 19 ternyata berdampak besar bagi keluarga kita. Para orang tua menjadi lebih dekat dengan anak karena selalu berinteraksi di rumah. Tentu saja bonding yang tercipta semakin lengket. Apalagi anak-anak juga diberi tugas seabrek dari sekolah, tentu 'beban' ibu semakin bertambah-tambah.  Eits, jangan dulu menyebutnya beban ya bunda. Ini adalah anugerah untuk para orang tua yang bekerja di ranah publik yang jarang ketemu anak, dalam artian hanya bertemu saat pagi hari dan malam hari ketika baru saja pulang kerja. Nah, dengan keberadaan anak-anak di rumah tentu intensitas kebersamaan semakin besar, ya, kaaan...? 

Review Film Jumanji: The Next Level

Gambar
Jumanji: The Next Level   Petualangan yang Lebih Seru dan 'Gila' dari Sebelumnya  Sebenarnya saya sudah lama menonton film ini, 16 Desember 2019 lalu. Belum sempat menuliskan review -nya, dan begitu teringat ternyata udah kelamaan. Ya gitu deh, penyakit lama saya kumat. Apa lagi kalo bukan malas. Karena malas mengingat akhirnya malas menuliskannya. 😑 Jadi tempo hari itu saya menonton bersama dua putri kembar abege saya, Azima dan Aghnia. Sama sekali ga niat menonton Jumanji ini, awalnya kami ingin menonton film Indonesia yang diangkat dari novel best seller itu loh...  qadarullah, ternyata di teater yang kami tuju tidak menayangkan film tersebut. Daripada pulang lagi kan, capek tuh dan kasihan juga si kembar yang kepengin refreshing setelah ulangan malah balik lagi kan ga lucu.   Setelah ngintip ngintip sebentar film apa yang sedang tayang akhirnya anak anak memutuskan nonton Jumanji 2, alasannya karena kami sudah menonton yang pertama dan seru. J...

Review Film Ejen Ali

Gambar
Ejen Ali The Movie  Satu Kata "Awesome "  Zya Verani  Kemarin, 04 Januari saya mengajak dua putri kembar dan satu keponakan saya nonton film Ejen Ali. Ejen Ali adalah film kartun serial televisi asal negara tetangga kita, Malaysia. Terus terang, tak seperti Upin Ipin, dan serial lainnya, Ejen Ali, saya tidak pernah menonton film ini sebelumnya.  Ternyata Ejen Ali adalah salah satu film terlaris di Malaysia saat ini. Tapi di Indonesia tidak semua memutarnya, hanya Cgv dan Cinepolis yang saya tahu. Karena saya belum pernah nonton di Cinepolis maka kami pun mencobanya. Kali ini kami ke Blu Plasa. (seperti apa rasanya menonton di Cinepolis Blu Plasa akan saya review terpisah).  Berbeda dengan tiga bocah yang saya ajak serta, mereka sangat antusias menunggu. Memandangi poster film Ejen Ali dan asik berfotoria di sana. Saya hanya menunggu dengan bosan. Karena saya membayangkan akan 'buta' selama menonton karena sama sekali tak tahu ini film tent...

Let's Go! Explore The Village 2

Gambar
Wahana Renang Murah Meriah di Kampung Margosono Zya Verani  Kata siapa di kampung ga ada kolam renang?  Ada, kok.  Kolam renang murah meriah, sepuasnya, sampe ngerasa bosen dan kedinganan kalo perlu 😂😂😂  Iyess, di desa Margosono sini ada kolam renang, loh... lokasinya pas tanjakan, eh, turunan (sama aja sih, tergantung liatnya darimana) arah Mranggen. Kolam renangnya terdiri dari tiga kolam. Kolam untuk anak anak yang dalamnya hanya setengah meter. Ada juga kolam sedang dengan kedalaman hampir sedada, 75 cm kayaknya, ini untuk para abegeh. Dan yang terakhir kolam dalam untuk dewasa, 1 meter lebih kedalamannya.  Bagusnya kolam renang yang belum bernama ini, dia memiliki jadwal, loh. Laki laki dan perempuan dipisah dan dijadwal harinya. Senin-Kamis untuk laki laki sedangkan Jumat-Minggu untuk perempuan. Keren kaaaan...  Namanya juga kolam renang di kampung ya... fasilitasnya seadanya. Jangan membayangkan akan ada seluncur liku lik...

On Air 105 PATAI @ Dakta Radio 107 FM

Gambar
Taman Pustaka Dakta  Bincang Santai tapi Padat Gizi   Zya Verani   Sabtu, 21 Desember 2019 kemarin saya berkesempatan hadir di program Taman Pustaka radio Dakta 107 FM. Ini adalah kali ke dua saya tampil di program tersebut, sebelumnya bersama mbak Aprilina Prastari berbincang tentang Perempuan. Waktu itu kami hadir bertepatan dengan Hari Kartini.  Kali ini saya membedah buku 105 Pertanyaan Anak Tentang Allah dan Islam, karangan saya dan mbak Maya Agustiana. Program ini dipandu mas Elnoor dari Dakta yang sangat luwes dan humoris, suaranya juga empuk, enak didengarlah pokoknya. Namanya juga penyiar, ya 😄 Oiya, awalnya saya dijadwalkan datang bersama mbak Maya tapi qadarullaah mbak Maya tidak bisa hadir karena beliau sedang flu.  Jadwal siaran pukul 9 pagi dan 8.30 saya masih di rumah. Paksu tidak jadi mengantar karena harus berbagi tugas mengambil rapor si kembar. Jadilah saya diantar si sulung yang baru saja datang. Alhamdulillaah sudah libu...

"Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam" Laksana Melihat Penulis pada Tokoh Utama

Gambar
"Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam" Laksana Melihat Penulis pada Tokoh Utama  Zya Verani Awal mendapat amanah untuk mengedit naskah ini saya sangat antusias karena ini adalah naskah pemenang dari lomba Young Adult Locality Novel yang diadakan Penerbit Universal Nikko beberapa waktu lalu. Pasti ada yang menarik dan tidak biasa yang ditonjolkan penulis di novel ini hingga menarik hati para juri. Baiklah saya akan membacanya. Mulanya pada bagian awal sedikit membosankan karena alurnya terlalu lambat tapi justru itu asal muasal konflik di cerita ini dimulai. Setelah novel terbit saya menerima bukti terbitnya dan membaca ulang kembali. Karena setelah saya ada satu teman editor lain, penyelaras kata yang mempercantik naskah ini serta proofreader yang juga menyatakan naskah layak terbit. Selanjutnya saya memposisikan diri sebagai pembaca, membaca lagi naskah itu dan kembali menemukan kejutan-kejutan. Bahasa minang yang bertaburan menjadi ciri khas tersendiri di novel ini y...

Review Avengers Infinity War ala Zya

Gambar
Avengers Infinity War Film dengan Banyak Superhero  Salahsatu daya tarik dari film ini adalah banyak superhero yang hadir di dalamnya. Ini yang membuat saya akhirnya mengalah dengan pilihan anak-anak untuk menontonnya. Awalnya saya ingin melihat film lain yg dibintangi Dwayne Johnson eh, malah jadi mlipir ke Avengers. Ya wis , emak juga udah kangen sama babang Chris Evans n Chris Thor #eh Ada yang udah nonton Thor Ragnarok? Pasti udah kan ya... jangan ngaku penggemar Marvel kalo belum nonton tuh film. Masih ingat pas ending filmnya? Saat Loki dan Thor bercengkrama di pesawat yang membawa mereka dan rakyat Asgard ke bumi, ekspresi mereka berubah drastis saat melihat di hadapan mereka ada pesawat aneh yang menghadangnya. Setelah itu... end , pet.. layar mati. Spoiler atau bisa jadi itu petunjuk yang bikin penonton setia kayak saya bertanya tanya. Ada apa? Siapa itu, ada di film mana selanjutnya?  Dan ternyata... jawaban itu semua kita dapatkan di Avengers ini. Ade...

We are MIIPB5 Bekasi 3 Grow Together

Gambar
Grow Together  Zya Verani Menjadi Ibu sejatinya adalah kuliah sepanjang hayat di Universitas Kehidupan. Membutuhkan semangat yang tak ada hentinya untuk terus belajar menambah pengetahuan dan 'ketahanan' sebagai Ibu. Sejauh mana kita mampu bertahan? Kok sereeem, ya? Emang ada yang bosan jadi ibu? Mbuhlah , mungkin ada di luaran sana tapi pastikan itu bukan kita.   Karenanya, agar mampu mendidik dan menghasilkan generasi yang mumpuni baik dari segi kualitas dan kuantitas--bagi yang ingin punya anak banyak, nih-- keilmuan seorang Ibu mesti di- upgrade setiap saat.  Untuk itulah lahir Institut Ibu Profesional sebuah wadah komunitas untuk para Ibu belajar mengembangkan diri dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya.  Cara belajarnya pun beda dari yang lain, benar-benar dirancang profesional. Ibu Septi Peni Wulandani--sang founder IIP--meng- create cara belajar yang fun namun serius dalam bentuk kuliah Matrikulasi (tahap awal) yang sistematis dan materinya pun ter...

Arbie's Steak House

Gambar
Arbie’s Steak House Surga Pecinta Aneka Kuliner Steak                                                                                                                                                             ...

Behind The Book “19 Jurus Mabuk Penulis Suktress”

Gambar
Bahagia Menjadi Bagian dari Mereka Siang itu sebuah pesan singkat mampir di ponsel saya, tertera nama Ari Keling di sana. “Mak, ada undangan UN di whatapps” kurang lebih begitu tulisannya. UN? Whatapps? Saya masih bingung menterjemahkan maksudnya. “UN apaan? Whatapps gue sering eror, gue install ulang dulu baru gue tengok tuh wa,” begitu jawaban asal saya. Bagan wa error tidak asal sih, wa saya memang suka error alias tidak bisa dibuka. Masalah UN sayan malah belum mudheng. Tapi begitu melihat balasan pesan singkat dari Ari Keling mata saya langsung berbinar cerah *tringggg *halahh “Universal Nikko, Mak. Mau bangkit lagi, Mak ikutan gak?” “Universal Nikko Cendol? Pak Kepsek Mayoko Aiko?” saya membalas seperti itu saking kagetnya. Terus terang saya memang sudah lama tidak aktif lagi di Cendol, grup yang sudah memberi banyak manfaat buat saya. Grup itu pun sepertinya sudah mati suri. Makanya begitu mendengar Cendol khususnya UN akan bangkit lagi saya sangat senang me...