Merah di Ghaza
Merah di Ghaza Aku tak tahu apa yang terjadi di luar, bising sekali. Dentuman demi dentuman terdengar silih berganti memekakkan gendang telinga. Ibu menutupi telingaku, mungkin niatnya meredam suara itu agar tak tertangkap dengar olehku. Aku menggeliat, suara-suara itu sesungguhnya telah membangunkan aku sejak tadi. Mataku mulai menjelajah sekitar. Di mana lagi ini? Ibu terlihat gelisah, ia mendekapku erat. Sudah beberapa hari ini kami selalu berpindah-pindah tempat, tak tahu kenapa saat membuka mata aku selalu menemukan tempat asing yang baru. Terkadang bersama-sama dengan yang lain, tapi pernah juga beberapa kali hanya aku, ibu dan para kakak.