Postingan

Merah di Ghaza

Merah di Ghaza  Aku tak tahu apa yang terjadi di luar, bising sekali. Dentuman demi dentuman terdengar silih berganti memekakkan gendang telinga. Ibu menutupi telingaku, mungkin niatnya meredam suara itu agar tak tertangkap dengar olehku. Aku menggeliat, suara-suara itu sesungguhnya telah membangunkan aku sejak tadi. Mataku mulai menjelajah sekitar. Di mana lagi ini? Ibu terlihat gelisah, ia mendekapku erat.  Sudah beberapa hari ini kami selalu berpindah-pindah tempat, tak tahu kenapa saat membuka mata aku selalu menemukan tempat asing yang baru. Terkadang bersama-sama dengan yang lain, tapi pernah juga beberapa kali hanya aku, ibu dan para kakak.

Kunci Ibu Bahagia

Kunci Ibu Bahagia  Kunci sukses untuk jadi seorang Ibu yang bahagia itu adalah IKHLAS . Iya, ikhlas... bukan mengeluh. Seringkali kita dapati curhatan dari banyak orang termasuk di antaranya tetangga samping kanan, kiri, teman, bahkan saudara yang mengeluh dengan keadaannya sebagai seorang Ibu. Hei kakak, mpok, cing, maemak semuanya... kalo sepanjang hari ngeluh melulu mending ngundurin diri aja deh jadi Ibu #jeddeeerrr.   Yakin bisa mundur? Enggak mungkin juga kaaan, makanya yang perlu kita ubah itu sikap kita, bukan keadaannya. Mau bagaimanapun, diapain juga kondisi kita tetap akan begitu. Capek, riweuh, banyak kerjaan, ngurus ini itu, belum mandi, ga sempat makan... ya wayahna atuh, namanya juga Ibu, bukan selebgram 😂😂😂 Eeit... stop dulu sampai di sini! Jangan protes dulu. "Halahhh ga ngerasain sih gimana-gimananya." Die protes juga kan tuh, namanya juga emak-emak, ye. Sok atuh dah protes.  Udah protesnya?  Hei, Esmeiralda, hai Ma...

Baik Baik di Sana Sayang

Gambar
Baik Baik di Sana Sayang Bismillaah...  Maafkan untuk teman-teman yang mungkin masih bertanya-tanya tentang kepergian my baby yang tak disangka-sangka. Yupp, saya pun terkaget-kaget apalagi teman-teman, ya.  Sakit apa?  kenapa? kok bisa?  Bukannya sehat-sehat aja, mbul, ndut lagi?  Bla bla bla... Sebenarnya saya malas untuk menjelaskannya. Terus terang itu sama saja membuka luka hati saya lagi yang hingga saat ini pun saya tak tahu kapan mengeringnya. Saya lebih memilih membawa serta luka ini daripada saya harus melupakannya. Hikss...  Hari itu, 24 November 2019 bada zuhur saya sedang mengaji sambil membersamainya bermain. Ia begitu lincah mengeksplor sekitar saya, bermain kipas angin, menggapai2 mainan di dekatnya dan memutar posisi ke sana kemari. Abinya tertidur di kamar, si sulung di ruang depan mungkin juga tertidur, si kembar pun tidur siang di kamarnya. Tinggal saya dan my baby di ruang tengah.  Beberapa menit mengaji sa...

Day 22 Meraih Kemuliaan Lailatul Qadar

Day 22  Meraih Kemuliaan Lailatul Qadar  Semakin berakhirnya Ramadhan auranya semakin lain, ya. Apanya yang ain mak, selain emol yang semakin penuh? Lah, itu mushola belakang makin dikit shafnya #uppss  Seperti yang kita tahu ya manteman, di sepuluh hari Ramadhan ini ada malam yang kemuliaannya lebih baik dari seribu bulan. Yakni Lailatul Qadar. Siapa yang tak mau setiap ibadah yang dilakukan diganjar pahala seperti melaksanakannya seribu bulan lamanya di malam mulia ini? Berapa lama tuh, coba dah itung ndiri, emak rada lemot juga kl itung²an  Setelah nanya si sulung yang jago kimianya #loh 😂 seribu bulan itu sama dengan 83 tahun 4 bulan... Maasyaa Allah. Kuy, mau dilewatkan begitu saja kesempatan ini gaes? Emak sih ga ya. Meski cuma irt yang lagi-lagi ilmunya cuma segini gininya, emak tetap berharap bisa menemukan malam Lailatul Qadar. "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Malam kemuliaan itu lebih baik dari s...

Day 21 Ramadhan 1440 H

Day 21  Tuker Uang Baru Dong  Yupp, selain baju, celana dan sandal baru di hari raya... ada juga yang harus baru, uang baru. Sepertinya sudah menjadi tradisi yang mendarahdaging ya jika lebaran tiba, bagi² angpao mesti ada. Terus, isi angpaonya uang baru yang masih kaku. Orang tua aja suka menerimanya apalagi anak-anak. Emak, sih, sampe saat ini masih santai ga punya uang baru. Tapi tergelitik juga saat si kembar memastikan, "umi udah siapin duit baru buat bagi-bagi nanti?" Emak cuma menggeleng cantik #yaelaaahh "Lah, cepetan atuh mi, ditukerin duitnya..." si kembar memaksa. "Males ah ke bank-nya," sahut emak yg masih asik ngelonin baby Shaki. "Ngapain ke bank mi, di jalanan jg banyak noh," seloroh si kembar. "Ada macem-macem duitnya dari seribuan sampe limapuluhan ribu ada," Azima antusias. "Tapi kata orang mesti dilebihin nukerinnya, mi. Maksudnya gimana tuh?" giliran Aghnia yg kepo nih. Emak yang udah pewe sebenern...

Day 20 Ramadhan 1440 H

Day 20  Ujian Kesabaran Tersisa sepuluh hari terakhir di Ramadhan. Makin terasa ya ujiannya. Emak aja merasa ujian kesabaran di Ramadhan ini paling berlipat. Kenapa? Pasalnya anak-anak semakin beragam kemauan, tidak mudah diatur, walaupun akhirnya menurut tapi meski keluar taring dulu emaknya baru mereka sigap bilang yes.  Duhh, mereka bukannya dah pada gede mak? Iyess, gede badannya tapi tingkah laku mah tetap aja masih pada bocah. Emak sering perang urat syaraf sama si kembar tiap kali menyuruh sesuatu. Ada aja kilahnya yg bilang nanti nanti.  Soal sepele menjadi besar kalau tidak cepat ditanggapi. Tiga anak yang beranjak gede, diminta memasukkan cucian yang kering saja mesti hompimpa lima kali. Udah gitu menunggu magrib baru dimasukkan. Ya sallaaam... Emak mensiasati dengan membuat jadwal yang jelas untuk tugas domestik ini (padahal jadwal udah sering dibuat dari dahulu kala). Mencuci piring, menyapu lantai, melipat baju dan pekerjaan lainnya. Cuma satu yang mere...

FF Ramadan 2

FF 4  THR Rani sudah bersiap, tak lupa ia menggendong bayinya. Kali ini ia harus bisa beli baju yang bagus dan dress cantik untuk bayinya.  "Ayolah Bang ... dari kemaren ke mal ga jadi melulu," gerutu Rani kesal melihat suaminya masih asik dengan gawainya.  Bukannya beranjak, suaminya malah menyerahkan gawainya pada Rani. Mata Rani membelalak. Gawai di tangannya memperlihatkan saldo rekening suaminya yang hanya 117.000. *** FF 5  THR dan Mal Mata Rani berbinar cerah. Akhirnya dia tiba juga di mal impian.  "Bang, THR-nya beneran dah keluar, kan, ya?" Rani memastikan. Suaminya mengangguk.  Rani mengikuti suaminya yang malah berbelok ke arah lain.  "Kok ke sini, Bang?"  "Iya, THR-nya cuma cukup buat beli baju di sini aja, judulnya kan di mal juga." Sahut suaminya datar.  Rani cemberut, ia bingung mesti ke stand mana mencari gamis impiannya di bazar emperan mal ini. *** FF 6  Sirupnya Mana ? Raci...