6 Bulan Pertama Twin di ITB


Yupp, alhamdulillah satu semester twin terlampaui sudah. Penuh perjuangan, banyak drama--tentu saja. Aneka cerita, suka duka, manis pahit, dan insyaAllah baik di akhir. 

Sepertinya banyak yang kepo soal 'kehidupan' twin selama TPB. 

~ TPB itu apa? 

~ Hah, semua maba harus di Jatinangor?

~ Apakah semua anak ITB ambis? 

~ Bagaimana cara mereka belajar? 

~ Suasana kelas, pertemanan, asrama/kost? 

~ Jajanan viral di Nangor apa aja? 

~ Dan banyak lagi.


Welcome to Jatinangor 

Iyess, untuk tahun pertama semua maba ITB menjalani masa TPB di Jatinangor sebelum mereka belajar di jurusan masing-masing. Untuk TPB sendiri sekarang hanya 1 semester saja, selanjutnya di semester 2 sudah di jurusan masing-masing tapi masih tetap belajar seperti TPB dan tetap di Jatinangor. 

Beberapa ada yang belum tahu jika ITB itu multikampus. Tidak hanya ada di Ganesa Bandung, tetapi ITB hadir juga di Jatinangor, Cirebon dan Jakarta. ITB Ganesa adalah kampus induk, sementara ITB Jatinangor adalah tempat maba melalui tahap TPB, dan ada juga beberapa jurusan di Jatinangor. Jadi jika ada beberapa maba yang memilih jurusan di Jatinangor maka mereka tidak pindah ke Ganesa. Sementara ada beberapa fakultas juga di ITB Cirebon. 

Twin kost di mana selama di Jatinangor?

Banyak kost bertaburan di Jatinangor, karena selain ITB ada juga UNPAD, IKOPIN, dan IPDN di Jatinangor. Jangan khawatir tidak kebagian kost di Nangor ya, manteman. 

Twin awalnya mau nge-kost, saya sudah dp satu kamar kost waktu itu. Tapi karena pertimbangan lain. Akhirnya twin memilih tinggal di asrama yang masih berada di area kampus. Selain lebih dekat, asrama juga kami nilai lebih aman untuk mobilitas keseharian mereka. 


Suasana Asrama di ITB Jatinangor

Asrama Jatinangor terletak di belakang, berdekatan dengan lapangan dan gedung olahraga. Asrama terdiri dari 5 gedung yang selanjutnya disebut TB. Yakni TB 1, TB 2, TB 4 adalah  asrama putri. Sedangkan TB 3 dan TB 5 adalah asrama putra. TB 1 dan TB 2 berkapasitas dua orang per kamar dengan kamar mandi di dalam. TB 3 dan TB 4 berkapasitas tiga orang per kamar juga dengan kamar mandi di dalam. Sementara TB 5 untuk putra dengan kapasitas 4 orang per kamar dan kamar mandi di luar. Masing-masing TB terdiri dari 5 lantai. Dengan harga sewa per kamar Rp.900.000,00. Dibayarkan tiap kali tagihan keluar, haha. Jadi tidak tentu perbulan bayarnya. Di awal daftar kita diwajibkan membayar 2 bulan untuk Juli-Agustus. Selanjutnya membayar lagi untuk September-Desember. 

Kantin asrama ada di TB 1,2,3 dengan menu makanan bervariasi dan harga terjangkau. 

Orang tua diperbolehkan mengantar ke asrama dan masuk ke area kamar di hari pertama daftar ulang saja. Orang tua dan pengantar tidak diperkenankan menginap di asrama. Selanjutnya jika berkunjung untuk menengok hanya diperbolehkan bertemu mahasiswa di kantin. Akses masuk ke asrama menggunakan finger print yang hanya bisa di akses oleh mahasiswa yang bersangkutan. 

Di asrama juga tersedia mushola, kantin, koperasi, dan laundry.

Baca juga : Persiapan Twin Road To ITB


Kampus ITB Jatinangor

ITB adalah institut dengan multikampus yang tersebar di beberapa kota. Bandung, Jakarta, Cirebon dan Jatinangor Sumedang. 

ITB Jatinangor terletak di Jl. Let. Jen. Purn. Dr. (HC) Mashudi No. 1 Jatinangor, Kab. Sumedang, Jawa Barat, Indonesia 45363.

Saat memasuki ITB Jatinangor lewat gerbang utama, kita akan disambut dengan pemandangan danau yang luas dan adem. Banyak mahasiswa yang lari/joging mengitari danau. Berjalan sedikit tampaklah laboratorium megah ITB GEM dan patung Optimus prime yang ikonik. Lantas ada GKU 1,2 dan 3 tempat para mahasiswa kuliah. Ada pula kantin dan laboratorium. Selain GKU, ada juga gedung rektorat, STEI Jatinangor, juga FTSL Jatinangor. 

Berjalan ke arah belakang akan tampak Amphitheater, gedung asrama, GOR dan lapangan. Suasananya sejuk karena banyak pepohonan, hanya saja jalanannya naik turun dan berliku. Namun nanti juga akan terbiasa. 

Fasilitasnya lengkap, ya. Ada satpam, ambulans, toilet yang tersebar di tiap gedung dan area sekitar, masjid Al Jabar ITB, Indomaret dan kantin yang lengkap. Mesin air isi ulang juga tersebar dj beberapa titik, beberapa tempat duduk untuk mahasiswa bersantai, berdiskusi atau sekadar mengobrol. 


Pretest dan TPB (Tahap Persiapan Bersama)

Awal masuk sebelum TPB para maba wajib mengikuti pretest yakni Matematika, Fisika dan Kimia. Khusus untuk Matematika jika tidak lulus di kesempatan pretest pertama, akan ada remedial sebanyak 2x hingga benar-benar lulus. Jika sudah lulus Matematika baru diperbolehkan mengikuti pretest Fisika dan Kimia. Untuk yang belum lulus Fisika dan Kimia akan diwajibkan mengikuti SCL, sejenis bimbingan belajar gratis dari ITB. 

Pretest dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mahasiswa menghadapi TPB. Selama TPB semua mahasiswa mendapatkan matkul seragam kecuali SBM. Matkul TPB untuk FMIPA IPA adalah Fisika dasar 1, Matematika dasar 1, Kimia dasar 1, Pancasila, Berpikir komputasional, Pengantar Prinsip Keberlanjutan, Laboratorium Fisika Dasar dan Laboratorium Kimia dasar. 

Baca juga : Lika-liku Twin Memburu Beasiswa


Apakah Twin Menikmati Masa TPB?

Jawabnya, Nano-nano. Tapi sejauh ini mereka menikmati. Meski banyak bumbunya. Pembagian kelas yang berbeda dengan dosen yang berbeda pula meski mereka di fakultas yang sama. Tapi ada juga matkul dengan dosen yang sama. Pembagian kelompok yang mbuh. Beruntung jika mendapatkan teman satu kelompok yang sama rajinnya. Tapi musibah jika mendapat teman yang susah diajak berdiskusi dan bekerjasama jika ada tugas kelompok padahal mereka itu pintar-pintar semua. Apalagi teman seperti itu tidak cuma satu dua. Twin sempat mengalami hal ini. Dan sukses membuat ruwet pikiran. 

Di ITB ada mahasiswa yang 'malas' seperti itu juga? ADA. 


Suasana Belajar Mahasiswa 

Mahasiswa yang ambisnya kebangetan juga ada, banyak malah. Semua mahasiswa ITB ambis, kata twin. Dosennya asik dan ambis pula. Baru masuk langsung berhadapan dengan kuis, hampir setiap hari. Soal-soal yang diberikan level olimpiade. Ga heran jika nilai mahasiswa ITB banyak yang ukuran nomor sepatu. Twin juga pernah mendapatkannya, alhamdulillahnya tidak remedial. 

Masa UTS dan UAS adalah masa paling 'hidup' di Jatinangor. Saat di mana kafe-kafe, tempat nongkrong, sudut apartemen, kost-an, selasar asrama, masjid Al Jabbar dan tempat lainnya yang dipenuhi anak ITB untuk belajar hingga larut malam dengan lampu-lampu yang menyala terang. Bahkan hingga pagi, mereka menginap di sana. 

Bukan hanya UTS dan UAS saja twin yang bergadang, hampir tiap mengerjakan tugas, laprak, jurnal mereka akan tidur larut malam. Perjuangan yang sangat berat bukan? 

Baca juga: Kelas 12 Bersiaplah


Support Orang Tua Paling Utama

Apakah twin pernah curhat soal belajar di ITB? SERING. Hampir tiap hari, tiap malam, saat emaknya bertanya kabar, pasti ada saja yang diceritakan. Dosennya yang tidak asik--padahal asik cuma belum ketemu ritmenya saja. Teman-teman yang ambis. Teman sekelompok yang malas nimbrung, mau enaknya saja saat ngerjain tugas bersama. Nilai kuis yang jeblok. Soal UTS yang melenceng dari prediksi. Ga pede dengan nilai sendiri. Padahal ada juga yang senasib alias punya nilai sama. Dan, banyak juga yang nilainya lebih kecil. Sejatinya semua berproses, bukan tidak pintar. Karena level soal yang diberikan berbeda dengan soal di tempat lain. 

Orang tua diharapkan tidak membebani anak dengan banyak tuntutan harus ini dan itu. Karena standar ITB memang berbeda dengan kampus lainnya. Motivasi yang baik, penghargaan atas apa yang sudah dilakukan anak adalah cara terbaik untuk amunisi mereka bertahan dan tumbuh di ITB. 

Sesekali berkunjung menemui anak, berjalan santai dan mengobrol ringan tentang apapun. Bangun komunikasi yang baik dengan anak agar anak tidak merasa ditinggalkan dengan beban segunung. 

Oiya, orang tua punya akses sendiri ke web ITB untuk memantau hasil belajar anak. Agar orang tua tahu sejauh mana prestasi anak dan apa saja yang dilakukan selama di ITB. Orang tua bisa mengakses jadwal kelas, nilai, dosen, dan info keuangan mahasiswa. Dengan begitu diharapkan orang tua berperan aktif mendampingi proses belajar anaknya. Juga dapat memberikan masukan, saran dan kritik terhadap proses belajar dan mengajar di kampus ITB. 

Jika ada orang tua yang belum punya akses, silakan bilang ke anaknya. Karena anak yang membuatkan akunnya dengan NIM mereka. 

Menjadi orang tua mahasiswa ITB harus bersiap dengan banyak kejutan. Banyak penantian yang bikin dagdigdug selayaknya pecah bisul. Dari menunggu hasil snbp/snbt, lalu degdegan menunggu hasil pretest, selanjutnya darderdor menanti penjurusan. Entah apalagi yang menunggu di depan, mita harus sedia stok hati yang lapang dan jiwa yang tenang agar bisa menenangkan anak-anak jika hasil yang didapat tidak sesuai harapan mereka. 

Alhamdulillah semester 1 twin lalui dengan baik. Semoga ke depannya semakin baik lagi. Dilancarkan dan dimudahkan proses belajarnya. Dibukakan pintu pemahaman yang luas dan mudah agar dapat memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan para dosennya. Alhamdulillah juga twin mendapatkan jurusan sesuai keinginan yakni Kimia. 

Untuk teman-teman twin yang mendapat jurusan yang belum sesuai keinginan, jangan berkecil hati. Yakin ini adalah takdir terbaik yang Allah berikan untuk kalian. InsyaAllah, kalian akan sukses bersama-sama kelak di masa depan. 

Bersiap menjalani semester 2 dengan bahagia. Bismillah. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awali Hari dengan Sarapan Bergizi

13 Bom Di Jakarta Siap Memacu Adrenalinmu