Seperti Apa Peranmu Sebagai Ibu?
Peran Ibu bagiku adalah sejuta makna. Bagaimana mereka memaknai keberadaanku, maka menjadi seperti itulah aku.
Aku adalah muara tempat bertanya banyak hal untuk anakku. Maka aku adalah ensiklopedi berjalan untuknya.
Aku tempat curhat orang-orang tersayangku, pasangan dan anak-anakku. Maka aku adalah penjaga rahasia paling aman di muka bumi juga sekaligus pemberi solusi terbaik bagi mereka, suami dan anak-anakku.
Terkadang aku menjadi tempat anak-anak menangisi akan banyak topik. Dari yang receh hingga kelas berat. Maka aku adalah rumah yang nyaman untuk mereka. Tempat bersandar, menumpahkan kesal dan airmata tanpa rasa malu. Dan aku penyuntik semangat ter-powerfull. Jika mereka sudah siap keluar rumah, maka kupastikan semua masalah yang masuk tak akan dibawa keluar lagi.
Aku adalah Ibu yang bisa jadi apa saja sesuai kebutuhan. Meski tidak diucapkan anak-anakku. Tapi aku memetakan sendiri apa yang mereka butuhkan di saat yang tepat. Dan akhirnya mereka merasa sangat beruntung dan bahagia memilikiku.
Aku adalah teladan untuk mereka meski di luar sana orang lain tidak menganggapnya demikian. Tak mengapa orang lain tidak menganggapku. Yang terpenting, anakku menjadi pribadi yang baik karena teladan dariku.
Aku selalu menanamkan dalam hati ... aku adalah ibu unggul yang juga mampu melahirkan generasi unggul.
Sejuta Makna Peran Ibu
Yupp, benar sekali. Peran ibu memiliki makna yang beragam, sesuai pribadi ibu sendiri. Bagaimana ia memaknai perannya sebagai ibu, seperti itulah pribadinya.
Peran ibu tidak terdefinisikan karena saking banyaknya. Multitalenta. Mungkin jika ada kata yang lebih dari multi, kata itu lebih tepat digunakan.
Seperti hook yang sering kita temukan di fyp konten para ibu, bahwa gelar seorang gadis menjadi banyak setelah ia bertransformasi menjadi seorang ibu.
Ada yang bergelar Spd, semua pekerjaan dikerjakan. Spk, spesialis pengatur keuangan. Amd, ahli menghabiskan atau menghasilkan duit? Dan banyak lagi.
Baca juga : Me Time Alternatif Kegiatan Emak Saat Anak Jauh Dari Rumah
Ibu adalah Ensiklopedia Anak
Ibu dituntut untuk tahu banyak hal. Agar saat anak-anak bertanya sesuatu, ibu sudah tahu jawabannya. Ibu juga harus update banyak informasi terkini dan teraktual. Ingat, jangan hoaks ya, Bu. Bisa-bisa nanti anak kita menerima informasi tidak valid paling pertama justru dari ibunya.
Dengan menjadi tempat muara segala pertanyaan anak, artinya ibu harus lebih pintar, berwawasan luas. Rajin membaca dan menyimak fenomena yang terjadi ya buibu. Jangan kudet. Bisa saja suatu saat anak ibu bertanya segala macam.
~ Bagaimana daun bisa ada yang berwarna merah?
~ Kenapa kalo bumbu yang ditumis dulu lama kelamaan mengeluarkan minyak?
~ Kenapa kita harus memberikan kursi prioritas kepada ibu hamil?
~ Kok aku ga boleh main sepeda ke jalan raya?
~ Bagaimana cara memulihkan akun teams? Gong banget yg ini. 🙃
Ibu adalah Penjaga Rahasia Teraman
Saat anak masih usia balita dan baru saja bisa bicara, banyak sekali kata-kata yang diucapkan. Proses menemukan kata barunya bahkan membuat kita terheran-heran. Mendengar dari mana mereka kata baru itu? Dan amazing-nya mereka tepat menempatkan dan menggunakan kata tersebut.
Nah, pernah di satu waktu mereka salah sebut, mungkin maksudnya kata yang lain, tapi yang keluar kata lainnya. Sedang asik bercerita tiba-tiba mereka tersadar sendiri jika mengucapkan kata yang salah. Dan tahu apa yang dikatakannya?
"Jangan bilang yang lain ya kalo aku salah ngomong,"
Haha sampe segitunya ... dan beneran ibu sampai saat ini tidak menceritakan hal kecil itu ke siapapun. Padahal ketiga anak melakukan hal yang sama. Tapi ibu menjaga rahasia mereka rapat-rapat.
Bukan itu saja. Persoalan pertemanan, pelajaran, emosi, rasa ketidaksukaan. Dan lain-lain yang anak-anak ceritakan ke ibu tidak akan sampai terlontar keluar. Apalagi jika anak menambahkan embel-embel 'jangan bilang siapa-siapa'. Aamaaan pokoknya.
Nilaiku cuma segini, masih lebih bagus si A, jangan bilang-bilang ya, mi.
Aku yang jatuhin pot bunga di tembok depan. Jangan bilang siapa-siapa ya, mi.
Aku yang ngabisin kue di kulkas, jangan bilang yang lain ya, mi.
Aku kayaknya suka si B ... #halahhh
Baca juga : Memaknai Hidup dan Ujiannya
Ibu Adalah Pemberi Solusi Terbaik
Entah kenapa anak-anak selalu saja heboh dengan dramanya. Mencucu tak henti dengan ceritanya yang sebenarnya B aja. Karena ibu tahu mereka bisa menghadapinya. Tapi tetap saja mereka akan meminta solusi dari ibu. Walau terkadang mereka cuma butuh validasi mana solusi terbaik dari mereka.
Karena yang keluar dari mulut ibu adalah yang terbaik, meski sebenarnya sama seperti yang mereka diskusikan. Tah, validasi aja, kan.
Tapi selain solusi ringan, ibu juga menambahkan yang berat. Yakni nasihat di belakangnya. Layaknya back up plan yang tak terpikirkan. Ada aja yang dicetus ibu yang membuat mereka mengangguk seraya berkata, 'Nah iya bener juga, kok ga kepikiran, ya ... gitu aja nanti.'
Ibu adalah Pemandu Sorak dan Motivator Terandal
Anak merasakan kegagalan tentu pernah. Jika belum, bersiaplah. Karena fase itu pasti akan mereka alami. Ibu mempersiapkan mental anak-anak agar jika masa itu datang, mereka sudah siap. Menerima, memeluk dan menjadikan kegagalannya sebagai amunisi terbaik pengantar masa emas mereka di kemudian hari.
Ibu yang baik tidak hanya menuntut anak-anak dan pasangan untuk menjadi yang terbaik. Tetapi juga mengenalkan mereka apa itu arti gagal dan ketidakberhasilan. Kemudian memotivasi mereka untuk bangkit lebih kuat lagi, mengambil start lebih jauh agar tiba di garis finish dengan performa maksimal.
Baca juga : Pastikan 5 Hal Ini Diberikan Kepada Anak Kita
Ibu Serba Tahu
Meski pertanyaannya receh, kadang anak-anak menghendaki jawaban yang serius. Dan masuk akal pastinya. Jawaban yang bisa masuk ke logikanya. Logika seusia anak-anak. Tentu ibu harus tahu mana jawaban yang sesuai. Bukan asal-asalan apalagi tidak bertanggung jawab. Karena ibu harus serba tahu.
Bagaimana cara membuat raisebed di dalam rumah? Tentu tidak bisa. Tapi utarakan juga alasannya. Bed yang dimaksud berbeda dengan bed yang ada di kamar mereka.
Apakah bisa menggoreng pempek dengan air? Bukan hanya pempek yang tidak bisa digoreng dengan air, semua tidak bisa, karena air tidak bisa untuk menggoreng. Air bukan hasil dari kelapa sawit. Tapi air dihasilkan dari fotosintesis hutan-hutan yang sekarang sebagian sudah menghilang karena ulah bla bla bla ... *sebagian teks disensor
Ibu Melahirkan Generasi Terbaik
Peran yang paling membahagiakan dan ternyata sulit. Sulit sekali. Sangat. Karena persiapannya tidak main-main. Prosesnya sepanjang hayat yang hasilnya terkadang tidak bisa instant dinikmati ... nanti meski kita sudah menua.
Tapi akan sangat bahagia jika menjadi legenda di akhir masa. Tidak mengapa tak dikenal saat masih ada di dunia. Tapi namamu akan bergema di ujung-ujung jalan, di warkop pinggiran desa, di gubuk-gubuk persawahan. Mereka membicarakan keberhasilanmu menggiring anak-anakmu menjadi sosok yang berhasil. MasyaAllah.
Tetaplah kita amat sangat harus rajin meminta kepada Allah agar tetap masih dihidupkan untuk merasakan masa keberhasilan anak-anak. Membersamai dan mengantarkan mereka ke gerbang kesuksesan dan melihat dan merasakan sendiri mengantar mereka mengetuk pintu-pintu bahagianya. Aamiin. Kabulkan ya Allah doa awal tahun kami ini. Aamiin ya Rabbal'alamiin

Komentar
Posting Komentar