Tips Menjalani TPB Dengan Riang ala Twin


Banyak yang 'jiper' duluan dengan yang namanya TPB di ITB. Sesuai namanya TPB atau Tahap Persiapan Bersama ini adalah gerbang wajib yang harus dihadapi mahasiswa ITB sebelum terjun ke jurusan masing-masing.

 Yupp, bahasa simpelnya, TPB adalah tiket masuk ke jurusan yang kalian inginkan wahai maba ITB. KECUALI bagi yang sudah peminatan ya, sudah langsung dapat jurusannya. Tapi walaupun sudah dapat jurusan bukan berarti tidak ikut TPB. Tetap harus mesti kudu TPB dulu gaes. 

TPB Harga Mati di ITB 

Serem amat. 

Ga kok, ga salah. Wkwkwkkk ... 

Tunggu dulu. Kan, udah dibilang di atas, TPB itu ga seseram yang kalian bayangkan. Malah banyak yang bilang TPB adalah kelas 13 SMA. Artinya TPB hanya mengulang pelajaran selama di SMA dengan metode yang lebih dalam dan krusial lagi. Begitu kira-kira. 

Apakah semua maba harus ikut TPB tanpa terkecuali? 

IYA, namanya harga mati. Berarti harus, wajib untuk semua mahasiswa baru ITB dari semua fakultas dan sekolah, seperti FTTM, FMIPA, FTMD, FTSL, FTI, FITB, FSRD, SITH, SAPPK, SF, STEI dan SBM. Ga bisa ditawar, loh. Karena semua maba wajib TPB sebelum kamu masuk ke jurusan yang lebih spesifik di semester 2. Materi yang dipelajari mencakup mata kuliah sains dasar umum (Matematika, Fisika dan Kimia) dan beberapa mata kuliah spesifik fakultas atau sekolah. Btw, kalo kamu ga lulus TPB, kamu wajib ngulang lagi tahun depan.


Ngapain aja selama TPB?

Belajar belajar dan belajar. 

Belajar terus? 
Ga ada waktu main?

Ya ngapain lagi dong selain belajar?

Ada dong waktu main. Bahkan twin selama TPB sering jalan-jalan eksplor Nangor dan ngapalin jajanan viral di Jatinangor. 

Tujuan diadakannya TPB adalah ; 
• Menyamakan dasar pengetahuan sains bagi mahasiswa baru dengan latar belakang SMA yang berbeda. 
•  Mempersiapkan mahasiswa untuk program studi sarjana yang lebih spesifik. 

Untuk FMIPA IPA jadwal kuliah sudah dipaketkan. Setiap Senin khusus praktik di lab Fisika atau Kimia bergantian. Jumat-Sabtu biasanya hanya tutorial. Meski terlihat santai tapi jadwal kuliahnya padat hingga sore hari. Bahkan di semester 1 kemarin twin ada hari yang kuliah hingga 17.50. 

Apakah tidak ada tugas di TPB? 

Bukan tidak ada tugas, tapi justru kebanyakan tugas, hihi. Bahkan dengan deadline yang beririsan. Tugas individu, kelompok, laprak. belum lagi persiapan kuis yang terkadang dadakan kayak tahu bulat, hampir setiap hari ada kuis sebelum memulai pelajaran. 

Kok menakutkan, ya, ceritanya. 

Nggak, kok. Memang kelihatannya seram. Tapi twin enjoy menjalaninya. Sesekali bolehlah syok dan stres, tapi jangan berkepanjangan. Tah, yang lain juga sama. 

Mendapatkan nilai seukuran sepatu itu sudah biasa. Karena memang kebanyakan anak ITB nilainya seperti itu. Bukan berarti mereka tidak pintar, tapi karena level soalnya yang lebih sulit. 

Meratapi nilai boleh saja tapi jangan sampai menyalahkan diri sendiri. Bahkan merasa diri paling bodoh di ITB. Memang banyak sekali anak-anak yang merasa 'apa aku ga pintar ya,' karena tidak berhasil masuk ke jurusan yang mereka inginkan. 
Jangan ya dek ya, jangan ... semua jurusan di ITB adalah baik dan bagus, bahkan favorit. Tidak semua bisa masuk ITB, yapi kamu menjadi salah satu dari sekian banyak maba ITB, ini yang paling wajib disyukuri. Selanjutnya mari berusaha lebih keras lagi di jurusan baru. Tetap semangat ya, dek, ya. 


Tips Survive di TPB

Bagaimana bisa menikmati TPB dengan 'santai'? 

Bukan santai, tapi terukur. Kapan bisa santai dan kapan bisa 'membantai.' Jangan sampai  terbantai. 

Meski nilai TPB belum sempurna tapi kami bersyukur twin berhasil melewati TPB dengan baik dan masuk ke jurusan pilihan 1 dengan modal IPK yang bagus. Artinya sesuai dengan yang diinginkan. Alhamdulillah Aghnia masuk jurusan Kimia mengikuti Azima yang sudah lebih dulu peminatan di SNBP. 

Selama TPB, tiap hari aku yakinkan twin jika ia mampu berusaha untuk bisa survive di TPB dengan fokus pada disiplin waktu yang baik. Karena mereka masih keteteran dengan manajemen waktu yang tak tentu. Lalu mencari teman-teman yang sefrekuensi. Karena ini penting. Terkadang mereka ga nyaman dengan sesama tapi tidak diutarakan karena ga enakan. Usahakan me'nandai' teman yang sekiranya malah menjadi 'beban'. Emang ada? ADA. 
Selanjutnya harus faham materi yang dipelajari. Bagaimana? Konsentrasi saat belajar, aktif di kelas dan fokus dengan penjelasan dosen.


● Manajemen waktu 


    Atur dengan baik jadwal 'kehidupan' sesuai dengan ritme yang diinginkan tapi tidak keteteran. Yang tahu ribet atau santainya kan kalian sendiri. Atur jadwal belajar dengan baik agar tidak kewalahan. Usahakan belajar dan mengulang materi setiap hari, karena kuis itu sering datang dadakan. Ye kaan. 

Baca juga : Kelas 12 Bersiaplah

 
● Miliki circle pertemanan yang positif


    Temukan teman-teman yang suportif untuk belajar bersama dan membangun ekosistem belajar yang sehat. Kelompok belajar/tugas yang seimbang juga sangat diperlukan, karena jika ada yang tidak bekerja saat tugas kelompok itu sangat mengganggu. Bersikaplah terbuka dan utarakan ketidaknyamanan segera jika ada yang tidak bekerjasama. Agar si teman juga segera menyadari kesalahannya. 
    Ingat, semua anak ITB pada dasarnya ambis. Hanya saja tidak ditunjukkan dan mereka memiliki cara masing-masing untuk melesat lebih tinggi. 




● Fahami materi dasar


    Kuasai materi dasar di TPB adalah suatu kewajiban. Kimia Dasar, Fisika Dasar, Matematika Dasar dan Bahasa Inggris harus benar-benar difahami. Jangan malu bertanya pada dosen dan teman jika ada hal yang tidak dimengerti. Aktif di kelas dan kelompok belajar dan menyimak semua penjelasan yang diberikan. Sekali lagi, ingat! Kuis Mafiki akan hadir setiap kamu akan memulai kelas. 
    

● Rajin review 


    Mengulang kembali pelajaran adalah satu keharusan juga selain menguasainya. Karena menguasai saja tidak cukup, harus diulang terus agar melekat dan masuk ke otak. Bergadang hingga pagi adalah potret nyata anak ITB saat akan UTS dan UAS. Jalan-jalan Jatinangor akan hidup hingga pagi jika masa uts dan uas tiba. Karena banyak anak ITB yang lupa pulang, mereka di kafe saat belajar. Iyess, kafe-kafe penuh oleh mahasiswa yang belajar bersama hingga dini hari. 


● Adaptasi dan sosialisasi 


    Proses menyesuaikan diri itu lama dan akan berlangsung terus menerus bahkan hingga kamu lulus. Karena teman sekelas akan berubah, teman kelompok juga akan berganti. Atau bisa saja teman se-kost akan berbeda-beda. Karenanya kamu wajib beradaptasi. Tidak hanya terhadap lingkungan kampus tetapi juga dengan semua warga kampus. Ada dosen, teman, Ibu kantin, Pak satpam, juga para anabul. Hihi ... 

Oiya, selama TPB juga mahasiswa akan dikenalkan dengan UKM. Ada banyak UKM di ITB yang bisa diikuti. Tapi usahakan tidak boleh lebih dari dua, karena nanti kamu sendiri yang akan kewalahan mengatur waktunya. Sebelum masuk semester 2 biasanya para UKM ini akan mengadakan kaderisasi yang wajib diikuti para anggotanya. Biasanya mereka akan menginap beberapa hari. Persiapkan fisik yang prima selama mengikutinya ya dek ya. Karena setelahnya kamu akan memasuki masa perkuliahan awal semester 2. 

Kegiatan Kaderisasi Skhole

Kegiatan Kaderisasi Skhole

Self reward 

    Jika kamu mendapatkan nilai yang bagus saat ulangan atau bisa menjawab kuis dadakan. Tidak ada salahnya jika kamu memberikan hadiah untukmu sendiri yang sudah belajar dengan baik. Misalnya beli kopi atau es krim di Indomaret. Iya, sudah ada Indomaret di kantin GKU 1 Jatinangor, loh. 
    Kamu juga boleh banget kok, jjs ke Jatos, nonton bioskop atau jajan cimol bojot AA yang viral itu. Atau jika kamu sedang penat karena banyaknya deadline tugas, kamu juga boleh kok, sekadar nongkrong ke Imah Kayu atau Kafe Toleransi atau tempat lain yang bikin kamu nyaman. 
Nikmati masa healing-mu sebelum hadir lagi masa juangmu besok Senin. 

Intinya jangan melulu sibuk belajar hingga kamu lupa membahagiakan diri sendiri ya, nak. 

● Berdoa 

    Ini fondasi paling penting. Selalu sertakan Allah dalam setiap aktivitasmu. Rajin beribadah wajib dan perbanyak amalan sunnah agar apa yang kamu cita-citakan tercapai. Dekati Allah jika kamu ingin berhasil di TPB. Allah lebih mencintai anak yang rajin mendekatkan diri kepadaNya dibandingkan anak yang hanya rajin belajar saja tetapi melupakanNya. 
    Bukankah akhirnya adalah takdir Allah juga? So, jangan putus berdoa dan tetaplah rajin belajar ya, dek, ya. 


● Support keluarga

    Doa orang tua dan keluarga adalah amunisi termahal selama kamu TPB, bahkan hingga kamu lulus dari ITB. Patuhi orang tuamu, dengarkan nasihatnya. Rajin meneleponnya tiap waktu, karena mendengar suaramu adalah obat mujarab bagi rindu mereka terhadapmu. Jangan lupa juga untuk berdoa bagi kebaikan dan kesehatan keluarga yang selalu men-support-mu setiap waktu. Tetap semangat ya nak, karena harapan mereka ada di pundakmu. Mari buat bangga mereka dengan menorehkan presetasi yang gemilang. Bismillaah, semoga masa TPB-mu nanti dihiasi dengan hal-hal indah dan baik. Aamiin. 


Asiiik ... Sayonaraaaa TPB 

Senangnya, akhirnya TPB selesai juga. Belum, ding. TPB untuk penjurusan memang hanya satu semester. Tapi setelah penjurusan pun TPB masih berlanjut hingga akhir semester 2. Selanjutnya belajar sesuai jurusan masing-masing tapi masih TPB dengan matkul yang sudah dipaketkan. Jadi kalian tidak perlu repot nge-war buat isi KRS. 

Untuk FMIPA Kimia di jurusan twin, masih belajar yang sama, ada Fisika Dasar 2. Kimia Dasar 2, Matematika Dasar 2 dan beberapa matkul wajib lainnya.

Yakinkan dalam hati, azzam kuat, dan tekad baja bahwa kamu akan melibas TPB dengan senang gembira, meraih nilai maksimal sehingga masuk ke jurusan pilihan 1 yang diinginkan. 

Bayangkan tahun depan kamu akan pindah ke ITB Ganesa. Kamu akan berkuliah di tempat paling didambakan siswa SMA. Setiap hari kamu bisa melewati kolam intel yang ikonik itu. Gedung kembar, aula barat dan timur. Bahkan kamu duduk di ruang kuliahnya. Amazing. MasyaAllah tabarakallah. Semoga Allah mengijabah semua doa kita. Aamiin. 

Selamat bersenang-senang twin. Tetap semangaat. 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awali Hari dengan Sarapan Bergizi

13 Bom Di Jakarta Siap Memacu Adrenalinmu