Memaksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan
Bulan Ramadan selalu memberikan warna yang berbeda dan suasana spesial untuk kita para umat muslim di seluruh dunia.
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dan mendapatkan pahala yang besar, karena di bulan ini Allah melipatgandakan seluruh pahala amalan kita, apapun itu amalan dan ibadahnya.
Dan 10 hari terkahir Ramadan adalah hari-hari yang paling dinantikan seluruh umat, karena memiliki banyak keutamaan.
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
Kenapa seluruh umat muslim di dunia menantikan 10 hari terakhir Ramadan?
Meski seluruh waktu di Ramadan adalah istimewa, tetapi 10 hari terakhirnya memiliki keutamaan yang paling besar. Karena di 10 hari terakhir Ramadan terdapat malam Lailatulqadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut. (HR. Muslim).
Dari hadits di atas kita bisa melihat betapa Nabi Muhammad memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadan dengan bersungguh-sungguh dan meningkatkan kualitas dalam beribadah. Karenanya kita juga harus bersemangat dalam beribadah di 10 hari terakhir Ramadan ini.
Baca juga : Ramadan Dan Perjalanan Memperbaiki Diri
Kenapa Nabi begitu bersemangat beribadah di 10 hari terakhir Ramadan?
● Malam 10 hari terakhir di Ramadan merupakan malam-malam yang penuh keberkahan.
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Al-Dukhan: 3-5).
● 10 hari terakhir adalah malam-malam yang sangat dicintai oleh Nabi Muhammad saw. Karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan, salah satunya malaikat-malaikat Allah turun ke bumi di 10 malam terakhir Ramadan.
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al- Qadar ayat 4).
● Rindu yang membuncah agar bisa dipertemukan dengan keindahan dan keberkahan Lailatulqadar. Karena nilainya melebihi beribadah selama seribu bulan.
"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, pada malam yang ke sembilan tersisa, malam yang ke tujuh tersisa, malam yang ke lima tersisa,” (HR. Bukhari).
Memaksimalkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan
Nabi Muhammad memberikan contoh kepada umatnya agar tidak terlena dengan kesibukan mempersiapkan hari raya Idulfitri hingga akhirnya melupakan jackpot utama di 10 hari terkahir Ramadan ini.
Hadits di atas menyebutkan, 'bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir' menunjukkan ajakan, anjuran untuk tidak loyo, tidak kendur semangatnya dalam ibadah di hari-hari akhir Ramadan. Apalagi kita tidak tahu kapan Lailatulqadar datang menghampiri.
Ibadah apa saja yang harus dimaksimalkan di 10 hari terakhir Ramadan?
Semua ibadah di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Jadi ibadah apapun sangat dianjurkam dilakukan dengan penuh semangat.
Baca juga : Ramadan Pertama Twin di Jatinangor
1. Salat Malam/Qiyamullail
Qiyamullail salah satu ibadah yang sering dilakukan Rasulullah saat Ramadan. Dan saat 10 hari terakhir Ia memaksimalkannya dengan memperpanjang salatnya. Dengan menambah rakaat dan bacaan salatnya.
"Rasulullah saw biasa ketika memasuki sepuluh Ramadan terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam beribadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah. Dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Al Bukhari dan Muslim).
2. Memperbanyak sedekah
Sedekah salah satu ibadah yang paling dianjurkan. Tak hanya pada Ramadan saja tetapi di setiap waktu kehidupan kita. Karena sedekah membersihkan harta yang dimiliki dan mengajarkan empati pada sesama. Terlebih di 10 hari terakhir Ramadan, sedekah adalah 'pelengkap' dari puasa dan ibadah lainnya yang dilakukan di bulan Ramadan. Kita dianjurkan memperbanyak sedekah, baik dengan harta ataupun bantuan lainnya kepada yang membutuhkan. Dengan melakukan sedekah, kita juga dapat membersihkan hati dan menghidupkan kebiasaan saling tolong menolong antar sesama.
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (Qs. As-Sajdah:16)
3. Iktikaf
Iktikaf adalah ibadah di bulan Ramadan dengan cara mengisolasi diri di dalam masjid dan melaksanakan berbagai aktivitas ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Selain berpuasa tentunya ibadah yang dilakukan diantaranya adalah berdzikir, berdoa, membaca Alquran, memperbanyak salat sunnah, bershalawat, beristighfar memohon ampunan Allah. Dan Iktikaf ini lazimnya dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan. Sebagaimana yang sering dilakukan Rasulullah.
"Rasulullah saw beriktikaf pada sepuluh hati terakhir bulan Ramadan." (HR. Muttafaq'alaih).
4. Membaca Alquran
Membaca Alquran adalah salah satu ibadah yang paling dianjurkan dalam Islam. Di 10 hari terkahir Ramadan kita disarankan untuk memperbanyak membaca Alquran, karena Ramadan sendiri adalah bulan turunnya Alquran.
"Beberapa hari ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (Qs. Al Baqarah: 185).
5. Memohon Ampunan
Disampaikan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad).
Seseorang yang bertaubat dan berdoa maka dosa-dosa di masa lalu akan diampuni oleh Allah SWT. Karena pada malam tersebut Allah SWT membukakan pintu ampunan seluas-luasnya.
Pada malam tersebut seluruh kebaikan diperuntukan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Sedangkan bagi yang menghiraukan malam tersebut menjadi orang-orang yang merugi karena tidak mendapatkan keutamaannya.
Baca juga : Aneka Anomali Ramadan Twin
Setelah mengetahui keutamaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan di atas, tentunya kita akan lebih giat untuk beribadah agar memperoleh keberkahan dari malam-malam tersebut. Yang perlu diingat ialah, malam lailatulqadar tidak datang setiap harinya, namun hanya 1 kali dalam setahun. Dan tidak ada yang tahu kapan malam tersebut akan datang. Yang kita tahu Lailatulqadar akan datang di malam-malam ganjil di 10 hari malam terakhir Ramadan.
Mari tingkatkan lagi amalan-amalan yang sufah dipaparkan di atas agar kita mendapatkan keberkahan 10 hari terakhir Ramadhan kali ini. Aamiin.
Tetap semangaaat, bismillah.

Komentar
Posting Komentar