Ramadan Pertama Twin Di Jatinangor

 


Seperti orang tua lain pada umumnya, tentu saja banyak yang kami khawatirkan tentang bagaimana kegiatan twin saat Ramadan selama jauh dari orang tua. 

Bagaimana nanti di sana, bagaimana sahurnya, bagaimana berbukanya, dan bagaimana mereka beribadah yang lainnya? 

Apakah mereka kuat berpuasa jauh dari orang tua? 

Dan banyak lagi pertanyaan lain. 

Twin yang terbiasa dilayani. Sahur tinggal bangun dan makan, begitu juga saat akan berbuka. Mau apa aja tinggal sebut, tinggal jalan kaki ke pengkolan semua tukang dagang ada. 

Lalu bagaimana Ramadan saat di Jatinangor? 


Ramadan Pertama Twin di Asrama 

Sebagai mahasiswa yang tinggal di asrama ITB, sebenarnya banyak pilihan menu sahur dan berbuka yang bisa diicip twin. Karena menu kantin dan katering banyak di share di grup orang tua dan asrama mahasiswa. Yang tidak mau ribet tentu saja tinggal meraih ponsel, order dan tinggal tunggu pesanan datang untuk sahur dan berbuka puasa. 

Yupp simpel sekali. Menunya juga bermacam-macam, dari nasi goreng hingga bistik sapi. Minumannya dari es teh manis hingga sop buah. Cemilan beragam pun tersedia, pempek hingga dimsum pun ada. Komplit bukan? Tidak perlu khawatir kesusahan untuk mencari hidangan Ramadan. Karena semua takjil dan menu makanan ala Ramadan tersedia di Jatinangor. 

Untuk salat tarawih, tidak ada di lingkungan asrama. Karena dekat ke masjid Al Jabbar ITB dekat rektorat. Jalan sedikit saja sudah tiba di lokasi. Tapi karena Aghnia sedang berhalangan, jadi Azima salat tarawih pertama di kamar saja. Nanti jika Aghnia sudah tidak berhalangan, diharapkan keduanya bisa salat tarawih di masjid Al Jabbar. Oiya, untuk imam tarawih biasanya dari mahasiswa hafiz Quran

Untuk para mahasiswa yang membutuhkan takjil bisa mendapatkannya gratis di masjid Al Jabbar ITB. Datanglah jam 4 sore jika ingin kebagian antrean, biasa disediakan kupon untuk mendapat takjil. Twin belum mencobanya. Katanya nanti akan mencoba sesekali jika perbekalan menipis. Hehe. 

Oiya. Takjil gratis ini tidak hanya ada di Jatinangor saja, tapi juga tersedia di masjid Salman ITB Ganesha. Dan asrama-asrama ITB lainnya. 

Baca juga : 6 Bulan Pertama Twin di ITB


Persiapan Ramadan Twin

Bagaimana persiapan twin menghadapi Ramadan? 

Yang pasti bekal batin terlebih dahulu. Tidak hanya kepada anak kecil yang akan ditinggal jauh oleh orang tua, twin juga perlu di-sounding jauh-jauh hari. Jika saat Ramadan nanti mereka harus mandiri. Tidak lagi bergantung pada alarm suara umi dan abi untuk bangun sahur. Tidak lagi terima beres dengan hidangan sahur dan berbuka. Mereka harus sudah prepare sendiri makanan dan cemilan untuk sahur dan berbuka. Juga harus bangun tepat waktu untuk sahur. No kesiangan, no telat, no nanti-nanti. Karena begitu alarm berbunyi dan masih memutuskan untuk merem sejenak lagi, bisa dipastikan ketika bangun sudah azan Subuh. 

Selain persiapan mental, kami juga menyiapkan perbekalan fisik. Seperti hari-hari biasanya, kami selalu mengirim lauk frozen siap olah dan siap makan untuk twin. Ada ayam ungkep, ayam begana, teriyaki, chicken steak, orek tempe tahu, kentang balado, oseng buncis, capcay sayur dan aneka rikues lain yang belum dieksekusi. Untuk cemilan kemarin kami mengirimkan cireng ayam suwir dan bakso mercon. 

Semoga keduanya siap dan hepi menjalani Ramadan. Ramadan pertama Aghnia tidak berpuasa, jadi hanya Azima yang berpuasa. 

Dan, review sahur hari pertama mereka. Apa yang dimasak? Ayam begana dan oseng buncis, alhamdulillah. Berbuka puasa hari pertama mereka nongkrong di kantin asrama ditemani Milli si kucing oren yang lucu. 

Dan tadi pagi Azima mengirimkan foto menu sahur keduanya, ternyata dia mengolah sup makaroni telur. 

"Dapat dari mana?" Tanya saya. Karena saya tidak membekali makaroni matang apalagi mentah. 

"Beli di Griya." Sahut Azima, mungkin sambil nyengir. 

Begitulah. Baru hari kedua Ramadan sudah melenceng tidak menikmati bekal dari rumah. Artinya mereka mulai bisa survive karena mulai tergiur olahan Jatinangor. Bisa dipastikan di hari-hari berikutnya mereka akan me-review takjil di Jalan Sayang. 

Baca juga : Tips Menjalani TPB dengan Riang Ala Twin


Nge-war Takjil di Jatinangor 

Jatinangor surganya kuliner itu benar adanya. Bagi mahasiswa yang ingin berburu takjil bisa ke Perum IKOPIN, Jalan Sayang dan sepanjang Caringin. Aneka takjil dijajakan di sana. Menurut pantauan twin, aneka gorengan, kue dan es banyak sekali pilihannya.

Bahkan sepanjang jalan utama banyak kedai dadakan menjajakan aneka takjil.

'Sepanjang Haus hingga Tekun itu kedai takjil semua, mi ...' 

 'Beneran pengin nyobain semuanya. Kalo setiap hari datang belum tentu juga kita bisa beli semua saking banyaknya pilihan,'  

'Nah, itu dia ... lebih dari 30 macam takjil kayaknya ada,' 

Momen Ramadan menjadikan Jatinangor lebih hidup dari biasanya. Semua orang seperti keluar dari gua. Tumpah jadi satu di jalan-jalan Jatinangor. Ciseke, Sayang, Caringin, Hegarmanah, Loji. Semua penuh orang berlalu lalang berburu takjil. 

Twin, selain berburu takjil di sepanjang jalan kenangan itu. Mereka juga mengikuti buka bersama di masjid Al Jabbar ITB di hari Minggu. Suasananya tidak kalah ramai dan meriah. 

Semoga ke depannya semakin terbawa vibes Ramadan view Jatinangor ya, nduk. Selamat berpuasa dan menjalankan ibadah Ramadan lainnya dengan bahagia. Bismillaah. 

Gimana, jadi tertarik pengin coba juga, kan? Yuk ke ITB, eh, Jatinangor. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awali Hari dengan Sarapan Bergizi

13 Bom Di Jakarta Siap Memacu Adrenalinmu