6 Bulan Kedua Twin di Jatinangor
Alhamdulillah, semester 2 di ITB Jatinangor terlewati sudah. Sama seperti di 6 bulan pertamanya, pengalaman twin di semester kedua ini juga penuh dengan warna warni dan nano-nano-nya. Penuh cerita, suka duka, aneka kisah dan banyak lagi lika liku di semester 2 ini. Tapi insyaAllah juga berakhir baik.
Hampir di-Kick dari Asrama
Masih seperti semester 1, twin kami masih tinggal di asrama komplek ITB Jatinangor. Walaupun sempat ada drama si adek lupa daftar ulang jadi terpaksa harus checkout dari kamarnya karena tiba-tiba namanya tidak ada di daftar baru sebagai penghuni dan digantikan oleh yang lain. Usut punya usut ternyata dia lupa registrasi ulang.
Sempat heboh waktu itu karena kami tidak ada back up kost. Untungnya pihak kampus masih memberi waktu untuk mengurus keperluan administrasi mendaftar kembali sebagai penghuni baru. Hanya saja prosesnya sedikit lebih lama. Setelah semuanya beres, alhamdulillah si adek masih dapat kamar meski harus pindah ke lantai 5.
Awalnya tidak betah karena di lantai paling atas jadi serba ribet naik turun yang lumayan jauh jaraknya. Tapi lama kelamaan, ya harus terbiasa juga. Alhamdulillah roomate-nya juga enak dan baik, dari Sekolah Farmasi.
Pelajaran pertama yang harus dicatat di awal semester 2. Jangan lupa registrasi ulang asrama jika tidak mau di kick. Karena akan ribet urus ini itunya.
Warna Warni Kampus
Hari-hari semester 2 diwarnai dengan banyak tugas, dari tugas individu, kelompok dan tugas besar di akhir semester. Kuis? Tentu saja masih ada, bahkan setiap hari. Untuk praktik laboratorium Fisika dan Kimia di masa TPB berakhir di semester 1 jadi di semester 2 tidak ada matkul lab.
Kegiatan UKM juga sudah mulai berjalan. Twin ikut Skhole dan mulai kebagian mengajar di sebuah sekolah dasar di daerah Kebon Bibit, Plesiran.
Beberapa kali twin sempat pulang ke Bekasi di semester 2 ini. Yang pertama saat Hari Raya Idulfitri. Lalu, karena saat Idulfitri kemarin sudah mudik ke Bekasi, jadi saat Iduladha twin tidak pulang. Mereka merayakan Iduadha di Jatinangor dan salat di masjid Aljabbar ITB.
Untuk kali pertama saya pergi salat Iduladha sendirian. Hampa? Tidak juga, karena banyak tetangga yang menemani. Dan kesepian mulai menyeruak saat hari pemotongan hewan kurban dimulai. Kebetulan tahun ini jatah si kakak yang berkurban. Sejak H-10 hari raya sudah kami beritahukan sunnah-sunnah berkurban. InsyaAllah si kakak sudah faham. Bismillah apa yang menjadi hajatnya dikabulkan Allah. Aamiin.
Di saat para tetangga ramai membakar sate, kami di rumah hanya berdua saja. Ozan juga tidak pulang karena sudah pulang saat malam takbiran dan di hari raya dia kebagian jatah masuk kerja.
Oiya, beberapa hari sebelumnya saya sudah mengirim paket rendang dan sate ke Jatinangor buat twin untuk dinikmati di hari raya, supaya pas hari raya tiba mereka juga merasakan vibes-nya.
Baca juga : 6 Bulan Pertama Twin di ITB
Serba serbi UTS dan UAS
Selesai Iduladha terbitlah UTS. Seperti UTS yang lalu, dilaksanakan setiap pekan di hari Jumat dan Sabtu. Setiap fakultas jadwalnya berbeda, tapi hampir sama konsepnya. UTS tidak dilaksanakan sekaligus dalam sepekan tapi berkala setiap pekan.
Setelah nilai UTS keluar terbitlah galau. Sebelumnya juga sudah galau, takut nilai tidak bagus dan ikut UP (Ujian Perbaikan). Alhamdulillah, twin tidak UP. Tapi galaunya tetap berlanjut. Karena setelah itu langsung UAS. Yupp, hanya jeda beberapa hari mengerjakan project tugas langsung disusul dengan jadwal UAS. Nah, UAS ini dilaksanakan beberapa hari sekali tergantung jadwal kelas. Tapi tidak setiap hari, supaya ada jeda untuk anak-anak belajar.
![]() |
| Jakang FMIPA |
![]() |
| Jakang ITB dari beberapa Fakultas dan Sekolah |
Setelah UAS selesai, mereka menunggu nilai keluar. Supaya tidak dagdigdug--meskipun tetap degdegan--mereka menunggu jakang (jaket angkatan) selesai diproses, sementara sekolah dan fakultas lain hampir sudah semua mendapatkan jakang mereka. Alhamdulillah Jakang FMIPA akhirnya selesai juga dibagikan. Nuansa pink dan matcha jadi warna dominan, manis sekali.
Muncak ke Manglayang
Perkuliahan selesai, tidak ada kelas lagi selain menunggu hasil UAS dan pengumuman UP. Anak-anak ada yang mengisi waktu dengan berlibur ke pantai dan naik gunung. Biasanya ke pantai Pangandaran atau naik gunung Papandayan. Untuk twin yang masih pemula mereka memutuskan untuk naik gunung Manglayang bersama ke-5 temannya. Mereka muncak bertujuh, berangkat dari asrama jam 3 pagi, tapi sampai puncak jam 10. Haha. Jangankan sunrise, kijang pun mereka tak temui. Lebih banyak istirahatnya katanya, trek yang dilalui juga menurut mereka lumayan terjal (untuk pemula). Tidak apa-apa, namanya juga pemula. Berarti masih kurang banyak joggingnya kemarin, hehehe.
![]() |
| Akhirnya anak-anak sampai juga di Puncak Manglayang |
Baca juga : Tips Menjalani TPB Dengan Riang Ala Twin
Hunting kost ke Ganesha
Sebentar lagi tahun pertama selesai, artinya tahun kedua dimulai. Semua mahasiswa ITB yang telah menyelesaikan TPB di Jatinangor akan pindah lokasi kuliah sesuai jurusan masing-masing. Ada yang pindah ke ITB Ganesha, ITB Cirebon atau ada yang tetap di Jatinangor untuk jurusan tertentu.
Untuk FMIPA, akan pindah ke Ganesha. Artinya twin akan pindah ke Bandung. Mereka berdua sangat antusias. Sebelum UAS berakhir sudah hunting kost duluan bersama teman-temannya. Sejak April, hampir setiap ada kesempatan libur dan tak ada kegiatan, mereka mulai hunting kost.
Horeee ... Pindahan
Welcome to Ganesha
![]() |
| Taman Ganesha |
![]() |
| Berfoto di depan gerbang ITB |
![]() |
| Even Akulturasa |
![]() |
| Menemani Paksu jogging di taman Ganesha |








Komentar
Posting Komentar