Sunnah - Sunnah Idulfitri

 

Ramadan segera berakhir, kita tentu bersedih dan berharap Allah akan pertemukan kita kembali dengan Ramadan berikutnya. 

Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah Ramadan, kini tiba saatnya umat Islam seluruh dunia menyambut hadirnya Hari Raya Idulfitri. Hari yang dinantikan bukan hanya sebagai penanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan, tetapi juga sebagai momentum untuk merayakan kemenangan atas hawa nafsu, mempererat silaturahim dan menebar kebahagiaan dan kasih sayang kepada sesama. 

Nah, selain itu Idulfitri juga bukan sekadar baju baru dan banyaknya hidangan istimewa yang bisa kita sajikan di meja makan, tetapi juga lebih dari itu. Idulfitri adalah hari kemenangan. Bukan atas hal lain, orang lain tapi atas diri sendiri. 

Kemenangan kita terhadap ego untuk tidak membatalkan puasa saat tidak ada orang lain yang melihat. Kemenangan atas niat riya saat bersedekah tapi kita memilih untuk berinfak sembunyi-sembunyi di tempat yang jauh tanpa ada yang tahu dan kenal dengan kita. Kemenangan atas target tilawah Alquran yang akhirnya bisa kita lampaui tanpa drama. Dan kemenangan-kemenangan ibadah lain yang kita lalsanakan dengan khusyuk dan ikhlas hanya untuk mengharap pahala Ramadan. 

Tentu dengan hadirnya Idulfitri kita akan menyambut sukacita akan banyaknya kemenangan yang kita raih. Lalu, bagaimana agar kegembiraan Idulfitri ini tidak hanya di awal-awal saja? Bagaimana agar kebahagiaan ini juga terasa hingga lubuk hati terdalam kita dan bernilai ibadah di sisi Allah?

Tak lain dan tak bukan tentu saja untuk memelihara kebahagiaan di hari nanfitri ini kita harus menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah yang biasa beliau laksanakan di hari raya. 

Baca juga : Ramadan Pertama Twin di Jatinangor


Sunnah - sunnah Idulfitri 

Berikut beberapa amalan yang Rasulullah laksanakan untuk menyempurnakan kemenangan di hari raya. Informasi ini diambil dari berbagai sumber.


1. Memperbanyak membaca takbir. 

Takbir adalah gema kebesaran Allah yang dikumandangkan sejak malam terakhir Ramadan hingga pagi 1 Syawal. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ

“Dan sempurnakanlah bilangan Ramadan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185).

 Takbir menjadi penanda rasa syukur atas nikmat Ramadan dan datangnya hari kemenangan.

Salah satu contoh bacaan takbir yang utama adalah:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ


2. Mandi besar sebelum salat Ied.

Dianjurkan untuk melakukan mandi besar sebelum berangkat ke lokasi pelaksanaan sholat seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma:

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Artinya: "Dari Nafi', (ia berkata bahwa) 'Abdullah bin 'Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang." (HR. Malik dalam Al-Muwatho' 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk salat Ied.


3. Berhias dan memakai pakaian terbaik.

Disunnahkan bagi setiap muslim untuk berhias dan tampil rapi pada Hari Raya Idulfitri, sebagai simbol kebahagiaan dan syiar Islam.

Berhias bisa berupa mandi, memotong kuku, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik. 

Perempuan juga dianjurkan berhias, namun tetap menjaga batas-batas aurat dan tidak menarik perhatian yang bukan mahramnya.


4. Makan sebelum salat Ied.

Berbeda dengan Iduladha, pada Idulfitri dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat. Rasulullah saw. biasa memakan kurma dalam jumlah ganjil, sebagai tanda bahwa hari itu adalah hari berbuka dan bukan lagi hari berpuasa.

“Pada waktu Idulfitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari).

Baca juga : Ramadan dan Perjalanan Memperbaiki Diri


5. Melaksanakan salat Idulfitri.

Salat Ied merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah menunaikan salat Idulfitri bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya, baik laki-laki, perempuan, orang tua atau pun anak-anak.


6. Memilih jalan yang berbeda saat pergi dan pulang salat Ied. 

Rasulullah memilih rute jalan yang berbeda ketika berangkat dari rumah dan pulang dari tempat dilangsungkannya salat Idulfitri.


7. Saling mengucapkan selamat (tahniah).

Sunnah yang baik di hari Idulfitri adalah saling mengucapkan selamat, seperti dengan ucapan "taqabbalallahu minna wa minkum" (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian).

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Artinya: "Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berjumpa dengan hari 'ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, "Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)." Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan." (Fath Al-Bari, 2: 446).

Baca juga : Memaksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan


Keutamaan Salat Idulfitri


1. Sebagai rasa syukur atas kegembiraan dan kebahagiaan kaum muslimin dengan banyaknya kebaikan dan rahmat Allah SWT. 

Menurut Abu Malik dalam Shahih Fiqih Sunahnya, kebahagiaan kaum muslimin pada hari Ied dikarenakan keberhasilan mereka.

Maksud dari keberhasilan itu ialah berhasil melaksanakan dua rukun Islam, yakni puasa Ramadan dan ibadah haji. Selain itu, pada Hari Raya Idulfitri Allah SWT mengampuni dosa-dosa para jemaah haji dan orang-orang yang berpuasa Ramadan serta mengaruniakan rahmat-Nya kepada mereka. 


2. Mempererat Silaturahim sesama umat muslim. 

Saat salat Ied dilaksanakan maka seluruh umat muslim berkumpul di masjid-masjid atau tanah lapang. Mereka melaksanakan ibadah sunnah salat Idulfitri dan mendengarkan khutbah.

Kemudian mereka saling bersalaman, bertatap muka, dan mengucapkan selamat di Hari Raya Idulfitri. Karenanya, kebahagiaan di hari Ied akan lebih terasa di wajah umat Islam sehingga dapat menambah rasa syukur kepada Allah dan mempererat silaturahim antar sesama muslim.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awali Hari dengan Sarapan Bergizi

Twin & Bahasa Jepang